No-Code & Low-Code: Ancaman atau Justru Peluang Baru untuk Software House?
Semakin banyak platform yang memungkinkan orang membuat aplikasi tanpa coding. Apakah ini berarti software house akan kehilangan pasar atau justru mendapat peluang baru? Mari kita bahas lebih dalam.
Wulan Oktaviana
11/18/20253 min read


Perkembangan teknologi bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, no-code dan low-code masuk ke arus utama sebagai solusi yang menjanjikan kecepatan, efisiensi, dan kemudahan dalam membangun aplikasi. Banyak perusahaan kini mulai mengadopsi Low-code development platform untuk mempercepat transformasi digital internal mereka.
Tren ini tentu memicu pertanyaan besar di kalangan software house:
Apakah no-code dan low-code akan menggantikan jasa pengembangan software tradisional?
Atau justru membuka peluang baru yang belum pernah ada sebelumnya?
Jawabannya tidak sesederhana “ancaman” atau “peluang”. Keduanya bergantung pada cara sebuah software house melihat perubahan ini resistensi atau adaptasi.
Apa Itu No-Code dan Low-Code?
No-code adalah platform yang memungkinkan pengguna membuat aplikasi tanpa menulis kode sama sekali. Semua proses dilakukan melalui antarmuka drag-and-drop.
Contoh: Notion, Glide, Softr.
Sementara low-code tetap memerlukan scripting atau pengaturan logic tertentu, tetapi jauh lebih cepat daripada pengembangan konvensional.
Contoh: Mendix, OutSystems, Retool termasuk kategori Low-code development platform yang sekarang banyak dipakai oleh perusahaan enterprise.
Dengan konsep visual dan modular, kedua pendekatan ini memangkas waktu development dari hitungan bulan menjadi hitungan hari.
Mengapa No-Code & Low-Code Menjadi Begitu Populer?
Ada beberapa faktor yang membuat platform ini berkembang cepat:
Kecepatan Implementasi
Bisnis ingin sistem yang cepat diproduksi, terutama untuk MVP, workflow internal, dan automasi tugas operasional.
Kekurangan Developer
Ketersediaan talent programmer masih terbatas. No-code/low-code menjadi alternatif yang mudah diadopsi tim non-teknis.
Biaya Pengembangan yang Lebih Rendah
Pembuatan aplikasi sederhana dengan biaya terjangkau membuat UMKM hingga perusahaan menengah tertarik menggunakan no-code.
Cocok untuk Eksperimen
Tim bisnis bisa melakukan rapid prototyping tanpa harus menunggu tim developer.
Faktor-faktor ini membuat teknologi no-code dan low-code semakin mainstream dan tidak bisa lagi dianggap sebagai solusi kelas dua.
Apakah No-Code & Low-Code Benar-Benar Mengancam Software House?
Kekhawatiran ini wajar. Jika bisnis bisa membuat aplikasinya sendiri, apakah software house masih dibutuhkan?
Kenyataannya, sebagian besar perusahaan tetap membutuhkan partner teknologi yang memahami proses bisnis, integrasi sistem, hingga arsitektur aplikasi. Meskipun no-code terlihat sederhana, implementasi di level perusahaan tetap memerlukan analis, arsitek, dan developer. Bahkan platform low-code yang canggih sekalipun tetap membutuhkan technical logic, API integration, serta kontrol akses yang benar.
Artinya, ancaman hanya muncul bagi software house yang tidak bergerak mengikuti perubahan. Bagi yang mampu beradaptasi, no-code dan low-code justru memperbesar pangsa pasar.
Peluang Nyata: Software House Bisa Naik Level
Banyak software house yang melihat no-code dan low-code sebagai alat yang membuat proses kerja jauh lebih efisien. Proyek yang dulu membutuhkan waktu tiga bulan, kini bisa selesai dalam tiga minggu tanpa mengurangi kualitas. Berikut peluang paling strategis:
Menawarkan Layanan Implementasi No-Code/Low-Code
Banyak perusahaan ingin menggunakan platform ini, tetapi tidak tahu cara memulai.
Software house bisa menawarkan layanan seperti:implementasi aplikasi no-code
setup Low-code development platform
integrasi API antar sistem
automasi workflow
migrasi dari sistem lama
Ini adalah market baru yang terus tumbuh.
Membangun MVP Lebih Cepat
Software house bisa membantu founder startup membangun MVP dalam waktu lebih cepat dan biaya lebih rendah, sehingga lead masuk lebih banyak.
Konsultasi Digital Transformation
Dengan kemampuan memadukan no-code/low-code dan custom development, software house bisa naik level menjadi digital partner, bukan hanya vendor yang mengeksekusi proyek.
Monetisasi Berbasis Subscription
Dengan no-code, software house bisa menawarkan:
template sistem
mini SaaS
modul siap pakai
fitur add-on premium
Ini membuka peluang recurring revenue yang sebelumnya sulit dicapai.
Mengoptimalkan SDM Internal
Tugas kecil dan repetitif bisa dikerjakan menggunakan no-code sehingga developer fokus pada proyek yang benar-benar memerlukan skill teknis tinggi.
Bagaimana Cara Software House Beradaptasi dengan Tren Ini?
Adaptasi tidak harus radikal. Cukup dengan beberapa langkah strategis:
Pertama, memahami ekosistem no-code dan low-code yang populer. Bukan sebagai pengganti coding, tetapi sebagai alat baru untuk mempercepat pengerjaan proyek. Developer tetap sangat dibutuhkan, namun fokus lebih pada logic dan integrasi yang tidak bisa dikerjakan tools visual sepenuhnya.
Kedua, software house bisa mulai menggabungkan pendekatan no-code/low-code dengan custom development. Kombinasi ini membuat biaya lebih efisien bagi klien dan durasi pengerjaan jauh lebih cepat.
Ketiga, peran edukasi menjadi semakin penting. Banyak klien masih bingung membedakan no-code dan low-code, atau menganggap keduanya sebagai solusi instan. Software house dapat menjadi mitra strategis yang membantu menyusun roadmap digitalisasi yang realistis dan sesuai kebutuhan.
Adaptasi ini bukan hanya mempertahankan relevansi, tetapi juga membuka peluang model bisnis baru, mulai dari layanan implementasi, konsultasi digital, hingga pembuatan modul siap pakai yang bisa dijual berulang.
Jadi, Ancaman atau Peluang?
Jika dipandang sekilas, munculnya teknologi no-code dan low-code memang terlihat seperti ancaman. Tetapi pada kenyataannya, teknologi ini justru membuka peluang bisnis baru yang lebih besar bagi software house.
Software house yang mampu memanfaatkan no-code/low-code:
dapat menyelesaikan proyek lebih cepat
menjangkau pasar lebih luas
menawarkan layanan dengan biaya lebih efisien
meningkatkan margin
menjadi partner digital transformation bagi klien
Pada akhirnya, no-code dan low-code bukanlah pengganti software house melainkan alat baru yang memperkuat kemampuan mereka untuk berinovasi dan memberikan solusi terbaik kepada klien.
Ingin Mengembangkan Solusi Lebih Cepat dan Lebih Efisien?
Blangkon Digital membantu bisnis membangun aplikasi modern baik berbasis no-code, low-code, maupun pengembangan custom full-code sesuai kebutuhan bisnis Anda.
🔗 Jelajahi layanan lengkap kami di:
https://blangkondigital.com
📩 Ingin konsultasi gratis untuk menentukan solusi terbaik?
Hubungi tim Blangkon Digital dan dapatkan rekomendasi strategi digital yang paling cocok untuk perusahaan Anda.
Blangkon Digital
Solusi digital terbaik untuk bisnis Anda. Kami membantu bisnis Anda berkembang di era digital.
© 2025. PT. Anda Selalu Untung. All rights reserved.
Perusahaan
Layanan
Web Development
Mobile App Development
Custom Software
UI/UX Design
API Development
Konsultasi IT
Mari Bekerja Sama
Dapatkan update terbaru dari kami.
